Minggu, 06 Januari 2013

Tip Awet Muda Versi islam

Siapa yang tidak mau awet muda ? pasti semuanya mau, tidak laki-laki tidak perempuan. bagi anda yang ingin awet muda ala Islam, yuk baca tulisan berikut ini.

Mungkin secara kesehatan saya tidak terlalu mengetahui, tapi yang saya ketahui bahwa ketika seseorang tersenyum, dia hanya menggunakan 17 otot wajah. dibanding dengan ketika seseorang cemberut, dia menggunakan 43 otot wajah.

Bayangkan saja dari sisi ini (penggunaan otot wajah). jelas tersenyum menjadikan kita lebih irit dalam penggunaan otot wajah dari pada cemberut. disamping itu, dengan tersenyum otot wajah kita akan tetap terjaga kekencangannya. dan dengan cemberut, otot wajah kita terasa ketarik. coba saja praktekkan, kita akan merasakan perbedaannya.

Selain dari sisi yang nampak. tersenyum juga memberikan efek ketenangan pada hati. menjadikan kita semangat dan selalu husnu dhan (berpikiran positif). ditambah lagi ketika kita tersenyum kepada orang lain, tanpa terasa ketika itu kita sedang berbagi kebahagiaan dengan orang tersebut.

Dalam Islam, selain tersenyum adalah salah satu perbuatan baik. tersenyum juga dianggap sedekah. berikut sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya : "Senyummu untuk saudaramu adalah (berpahala) sedekah bagimu." (HR Tirmidzi)

Dengan melihat banyaknya manfaat tersenyum. mari kita praktekkan tersenyum kepada orang lain. tapi ingat ! bukan kepada sembarang orang. tapi kepada orang-orang yang halal bagi kita. seperti senyum suami kepada istrinya atau sebaliknya. anak kepada orang tuanya. atau laki-laki kepada sahabat laki-laki. wanita kepada sahabat wanita.

Tersenyum. selain bisa membuat kita awet muda, juga menjadi catatan amal shalih kita di akherat. mari tersenyum

dikutip dari artikelislami
»»  Baca Selengkapnya..

Bolehkan Umat Islam Merayakan Tahun Baru Masehi?

Pada malam pergantian tahun masehi, sebagian umat Islam disibukkan dengan hingar bingar perayaan tahun baru masehi. Perayaan tahunan yang telah menjadi ‘trend’ dengan berbagai macam kegiatannya . Lalu, bagaimanakah seharusnya umat Islam menyikapi perayaan tahun baru masehi ini?
Untuk menjawab persoalan ini, pertama-tama setiap muslim haruslah memiliki prinsip beragama dengan baik dan benar. Setiap kegiatan haruslah merujuk kepada tuntutan agama yang bersumber dari Allah SWT dan Muhamad SAW,  bukan berdasarkan rujukan lain misalnya budaya orang kafir.
Islam mengajarkan, bagi mereka yang bertaqwa yang selalu ingat akan kematian, dilarang keras ber-TASABUH, yakni  larangan menyerupai budaya orang kafir, apalagi budaya yang terkait dengan ajaran agamanya. Perayaan tahun baru masehi 1 Januari dan Natal adalah satu paket ibadahnya orang nasrani di gereja. Sehingga berdasarkan hal ini, tidaklah bisa diterima secara syar’i, jika sebagian umat islam bersikap lunak membolehkan dirinya merayakan acara tahunan ini. Karena acara ini adalah ibadahnya murni orang kafir.
Banyak alasan seseorang merayakan tahun baru masehi ini, misalnya karena tahun universal, mengikuti trend, dan lain sebagainya. Namun, seorang muslim haruslah peka / berhati-hati karena ini adalah salah satu trik orang kafir untuk me-murtadkan dan menyesatkan. Tujuannya, seorang muslim memandang perkara dosa tidak dianggap dosa karena sudah terbiasa. Ia menjadi lalai dan tidak memiliki pegangan kuat terhadap agamanya. 
Kondisi ini sudah disinyalir dalam QS Ali Imran 69;
“Segolongan ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya) mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya” 
Banyaknya umat islam yang merayakan tahun baru ini memang sungguh ironis, dan sudah diprediksikan nabi untuk menyatakan kondisi umat di akhir zaman.
“Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat bertanya : “Siapa mereka yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani” (HR. Bukhari)
Harus disadari, bahwasanya Yahudi dan Nasrani adalah pelopor budaya / peradaban zaman sekarang melalui propaganda media yang dikuasainya. Sehingga seseorang menganggap dirinya tidak modern jika tidak mengikuti budaya meraka. Alhasil, betapa ironsinya orang islam berduyun-duyun memeriahkan perayaan tahun baru, sementara event itu sendiri adalah perayaan ibadahnya orang nasroni.
Waktu bagi setiap muslim, janganlah disia-siakan. Hidup tidak bisa diulang. Umur yang dikaruniakan akan diminta pertanggungjawaban saat berhadapan dengan Alloh SWT kelak. Setiap orang akan dengan mudah dibuka file catatan amalnya. Jangan sampai umur kita habis tidak dalam ketaataan. Namun sebaliknya, dihabiskan dengan berpoya-poya dan bersenang-senang. Apalagi membuang waktu dengan kegiatan mudharat dan dosa, salah satunya ikut memeriahkan ibadah agama lain.
dikutip dari nasehatislam
»»  Baca Selengkapnya..

Anak Ajaib dari Afrika: Usia 1.5 tahun Sudah Hapal al-Quran, Padahal Terlahir dari Keluarga Kristen

Sebuah kenyataan yang membuktikan kekuasaan Alloh telah terjadi di kota kecil Arusha di Utara Tanzania Afrika Timur. Lahirnya seorang anak, bernama Syarifuddin Khalifah dalam usia 1.5 telah hapal al-Quran di luar kepala padahal terlahir dari keluarga Kristen Katolik. Bapaknya bernama  Francis Fundinkira sedang ibunya bernama Domisia Kimaro. Tidak hanya itu, anak ini dalam usia 1 bulan sudah bisa bicara, di usia 1.5 tahun bisa melaksanan sholat 5 waktu tanpa ada yang mengajarinya. Menguasai bahasa asing saat umur 5 tahun. Dan telah mengislamkan ribuan orang.
Kenyataan ini sungguh di luar logika. Namun, bagi seorang muslim. Inilah tanda kekuasaan Alloh. Alloh adalah Dzat yang maha Kuasa dan Berkehendak. Dan Islam adalah agama yang paling benar dan diridhoi oleh Alloh SWT. 
Apa sajakah keajaiban yang terjadi yang membuktikan ke-Maha Kuasaan Alloh SWT itu?. Keajaiban itu adalah sebagai berikut:
Saat umur 1 bulan, ketika dibawa ibu dan ayahnya ke gereja untuk dibaptis beberapa meter sebelum sampai di gereja anak itu bisa bicara: “Ibu jangan baptis aku, aku adalah orang yang beriman kepada Alloh dan rosulnya yaitu Muhammad”.
Kata-kata anak ini benar-benar membuat bulu kunduk mereka merinding, mereka gemetar dan saling memandang dalam kebingungan dan tidak percaya apa yang didengarnya dari anak mereka ini. Saking gemetarnya berduapun kembali ke rumah dan tidak jadi membaptis anak mereka tersebut.
Ketika umur 2 bulan, bayi melarang ibunya untuk menyusuinya dengan cara bayi itu tidak mau disusui ibunya. Sampai-sampai konsultasi ke dokter spesialis anak ternyata anak tersebut dalam keadaan sehat walafiyat. Tapi mengapa tidak mau disusui.
Kalimat pertama yang diucapkan ketika 4 bulan, adalah QS Al-Baqoroh 54 Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi tuhan yang menjadikan kamu, maka Alloh akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
Dengan kalimat tersebut kedua orang tua dan semua yang hadir dari beberapa orang tetangga hanya bisa saling memandang dan takjub serta kebingungan. Mereka tidak faham bahasa yang diucapkan oleh bayi tersebut, karena bukan bahasa Inggris atau Kiswahili. Saking bingungnya dengan kondisi itu beberapa yang hadir ada yang mengatakan bahwa bayi itu karasukan setan / sejenis ruh jahat. Maka Domisia meminta suaminya untuk memanggil pendeta dari gereja terdekat untuk mendoakan anaknya yang menurut mereka sedang kerasukan setan/ruh hajat itu. Ternyata setelah pendeta itu datang, tidak sanggup mengusir setan dari tubuh anak kecil yang mungil itu.
Akhirnya, ada tetangga yang muslim, bernama  Abu Ayyub mencoba untuk datang dan membantu keluarga itu untuk mengusir setan/roh jahat itu. Ternyata ketika berhadapan dengan bayi itu, ia mengucapkan kalimat yang sama. Abu Ayyub tersungkur beberapa saat dengan sujud syukur, karena Alloh telah memberi kenikmatan dan keajaiban kepada hamba-Nya yang masih bayi itu bisa hafal ayat al-Quran dari kalangan non muslim dengan bacaan yang sangat fasih dan tartil.  Lalu Abu Ayyub berkata kepada Francis dan Domisia: “Anak kalian sesungguhnya tidak kerasukan setan/roh jahat. Apa yang dibacakan oleh anak kalian itu adalah ayat-ayat suci Alloh SWT”. Intinya, anak kalian mengajak kalian untuk bertaubat kepada Alloh, beriman kepada-Nya, melakukan shalat & ,menunaikan zakat sesuai perintah-Nya, niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosa kalian. Hanya itu yang bisa saya katakan. Yakinlah, anak kalian tidak kerasukan setan. Besok akan saya bawakan kita suci al-Quran agar kalian percaya bahwa yang diucapkan anak kalian adalah ayat suci Alloh SWT.
Setelah itu, Francis dan Domisia selalu merenung dan berfikir untuk menetukan sikap. Apakah segera masuk Islam, atau tetap pada agama dan keyakinan mereka. Walhasil, setelah proses berfikir dan menerung yang panjang, serta hidayah Alloh SWT, maka kedua orang tua bayi itu mempunyai keinginan untuk masuk Islam. Betapapun berat pergulatan batin yang dirasakan Francis dan Domisia, namun mereka meyakini bahwa harus ada keputusan terbaik yang harus mereka ambil secepatnya sebagai keputusan final dalam kehidupan mereka.
Kalimat-kalimat aneh yang dikatakan anaknya, kini berusaha mereka dengarkan dengan seksama. Kalimat yang mereka anggap karena kerasukan syetan itu ternyata begitu menyejukkan hati mereka. Kebenaran tidak akan pernah membuat orang sedih dan menderika. Kebenaran pasti akan mendekatkan orang dengan kebahagiaan dan ketenangan. Bagitulah yang dirasakan Francis dan Domisia. Setelah beberapa lama berdiskusi, merenung, dan merasakan berbagai macam hal, dengan keyakinan penuh dan tanpa ada paksaan dari siapapun, Francis dan Domisia mendatangi rumah Abu Ayyub yang pernah ke rumah mereka.
Sesampai di rumah Ayub mereka disambut laksana keluarga sendiri. Ayub merasa bahagia dengan kedatangan Francis dan Domisia. Sesudah mereka berbicara banyak hal mengenai Syarifudin, tiba-tiba Francis terdiam. Dia hendak mengatakan sesuatu, matanya menatap Ayub seraya berkata: “ Ustadz kami ingin memeluk agama Islam”. Maka Ayub dengan rasa haru, memandang Fransis dengan hingar bingar penuh kebahagiaan, seraya memeluk Francis erat-erat. Sesaat kemudian bertanya kepada Francis: ” Apakah kamu yakin memilih Islam sebagai agamamu, Alloh SWT sebagai Tuhanmu dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rosulmu?. Dia jawab, “Ya, kamii yakin”.
Akhirnya Ayub mengajaknya dan istrinya untuk pergi ke mesjid terdekat, menemui imam mesjid Ust Nur Ismail. Dan setelah sholat Dhuhur dilakukan pengislaman untuk keduanya. Setelah keduanya membaca syahadat dan mengikuti tausyiah ustadz Nur Ismail, semua jamaah menyalami dan memeluk Francis seraya bertakbir. Allohu Akbar.
Setelah Fransis dan Domisia menjadi muslim, mereka benar-benar telah menjadikan kehidupan mereka bermakna ibadah dan penghambaan kepada Alloh. Mereka bukan hanya rajin beribadah tetapi juga bertawakal atas segala sesuatu yang diberikan Alloh kepada mereka. Keduanya semakin gigih dan semakin melaksanakan perintah agama Islam, sehingga menemukan kebenaran yang sesuai dengan hati nuraninya setelah melalui proses dari keajaiban putranya itu. 
Begitulah kuasa Alloh SWT pada hamba-hambanya. Dia, maha berkehendak dan maha menjadikan segala kehendak-Nya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya, karena Dia pencipta segala sesuatu. Umur 1.5 tahun Syarifudin sudah hafal al-Quran 30 Juz dengan fasih sebagaimana layaknya orang dewasa pada umumnya, subhannalloh. Keajaiban ini membuat banyak orang terkagum-kagum dan hampir hampir tidak percaya. Allohu Akbar.
Sebagai bahan perbandingan. Anak kecil berusia 5 tahun sudah hafal al-Quran dan faham maknanya. Namanya Muhammad Hussein Tabataba’i, ayahnya Muhammad Mahdi Tabataba’i dari negara Iran. Dia juga dikenal dengan julukan Doctor Cilik.
Dia (Husein) secara teratur tiap hari mengulang-ngulang pelajaran al-Quran yang diberikan kedua orang tuanya. Bahkan setelah berhasil menghafal al-Quran dia secara teratur membaca 1 halaman buku tafsir al-Quran. Dia terbimbing sejak masa kehamilan sampai dengan lahir secara intensif, maka wajar dia hafal dengan baik di saat usia 5 tahun, walau hal ini tidak semua orang bisa melakukannya.
Namun, untuk Syarifudin tidak seperti Hussein, dia tidak belajar dan tidak diajari karena orang tuanya beragama kristen di saat dia belum lahir dan sesudah lahir saat itu. Dan bahkan anehnya pula, dia tidak hanya hafal al-Quran 30 juz, tapi dia juga mampu menghafal Injil secara lengkap dengan baik.  Apa yang terjadi dengan Syarifuddin sungguh berbeda dengan yang terjadi pada Husein. Sebagian orang meyakini bahwa ilmu yang dimiliki Syarifuddin adalah ilmu Laduni (Ilmu yang merupakan anugerah dari Alloh SWT kepada hambanya yang dikehendaki-Nya tanpa melalui proses belajar).   Wallohu A’lam bishshowaab…
dikutib dari nasehat islam
»»  Baca Selengkapnya..

Umat Islam Say to No Valentine's Day

Bulan Februari identik dengan valentine dan warna pink. Sejauh mata memandang terlihat berbagai jenis pernak-pernik berwarna pink menghiasi di Mall, Supermarket, Pasar. Kado lucu-lucu dan berbagai macam aksesoris valentine lainnya.  Di hari Valentine (VD), remaja saling bertukar bingkisan valentine: boneka bertuliskan ‘I Love You’, kartu ucapan berbentuk hati bergambar cupid, bunga mawar, coklat sampai berlian, ciuman massal, love lottre, pesta bak resepsi perpisahan, dan berbagai macam kado valentine lainnya yang biasanya sengaja dibuat sendiri untuk memberi kesan lebih spesial.

Bahkan tidak jarang momen VD ini digunakan untuk mengutarakan perasaan kepada gebetannya (orang yang disukai) dengan tujuan agar hari jadi mereka  memiliki tanggal yang bagus dan menjadi semakin istimewa. Semua itu dilakukan dalam rangka meramaikan suasana VD setiap tahunnya, bahkan dikalangan remaja muslim sekalipun. Seperti dilakukan oleh beberapa santri salah satu pondok pesantren di Jogjakarta yang menangguk untung dengan menjual coklat valentine.

Sampai saat ini masih banyak remaja muslim yang salah kaprah ikut-ikutan merayakan VD. Mereka tidak mengetahui pasti sejarah VD itu sendiri. Lantas bagaimana sebenarnya ungkapan kasih sayang menurut Islam?

Sejarah Valentine Day yang Tidak Jelas

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak jaman dahulu kala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamellion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Romawi kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Dalam ritual penyucian, para pendeta Lupercus menyembahkan korban kambing kepada sang dewa. Kemudian setelah minum anggur, mereka berlari di jalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christian Observe it?” mengatakan bahwa kata “Valentine” adalah berasal dari kata Latin yang memiliki arti:  “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa” Yang ditujukan kepada Tuhan orang Romawi yaitu Nimrod dan Lupercus. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan anak panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari. Disebut Tuhan cinta karena ia rupawan, sehingga diburu wanita.  Bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia St. Valentine, yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai  'upacara keagamaan'.

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa menunjuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda : seorang pastur di Roma, seorang Uskup Interamna (modern terni) dan seorang martir di provinsi Romawi, Africa. Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Paus Gelasius 1 (496 H) menetapkan 14 februari sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus untuk mengungguli hari raya Lupercalia.

Sisa-sisa kerangka Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus, ditaruh di dalam sebuah peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.  Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969.

14 Februari 1942 adalah hari jatuhnya Kerajaan Islam Spanyol.  St Valentino mengumumkan hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’ karena menurutnya islam adalah zalim. Jadi tumbangnya Kerajaan Islam Spanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Astagfirulloh.....

Walhasil, semangat valentine ini tidak lain adalah semangat maksiyat  Muslim leyang bertabur dengan simbol-simbol syirik. VD hanyalah acara ritual kafir yang dapat merusak akidah muslim sekaligus menyebarluaskan gaya hidup barat yang merusak, yaitu pergaulan bebas dengan kemasan percintaan, perjodohan dan kasih sayang.

Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnyan pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Surah Al-Isra:36)

Hadis Rasulullah saw: ”Barangsiapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Allah berfiman : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’:32)

sumber : alislamu
»»  Baca Selengkapnya..

Orang islam memakai atribut natal, bolehkah?

Topi merah, janggut sinterklas, pohon natal atau atribut sejenisnya yang menjadi ciri khas natalan atau yang berhungan dengan natalan yang sedang marak saat ini banyak digunakan dan diantara penggunanya adalah seorang Muslim atau Muslimah dengan berbagai alasan. Memang saat ini kita saksikan terutama di TV dan di tempat lainnya seperti di Departemen Store dengan alasan sikap toleransi dengan agama teman dan sahabat kita, aturan dalam pekerjaan dan lain sebagainya. Bila toleransi sudah menyentuh ruang akidah maka orang Islam harus bersikap tegas dan teguh dengan pendirian dan keyakinannya. Islam sudah menggariskan tidak boleh menyerupai kaum kafir yang berkaitan dengan peribadatan mereka, dari sisi menggunakan atribut, simbol dan sejenisnya. 

Ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
 “من تشبه بقوم فهو منهم”. 
“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia sudah menjadi bagian mereka”. (HR. Abu Daud)
 Menyerupai suatu kaum menunjukan kecenderungan, kekaguman, rasa cinta dan juga pengagungan kepada agama atau pemeluk agama tersebut, karenanya kita dilarang untuk meyerupai orang-orang kafir. 
 Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda: 
 ”ليس منا من تشبه بغيرنا، ولاتشبهوا باليهود ولا بالنصارى”.
 “Bukan dari golongan kami orang yang menyerupai selain kami, janganlah kalian menyerupai yahudi dan nasrani”. (HR. Tirmidzi) 

Dalam hadits ini disebutkan bukan dari golongan kami, artinya bukan dari golongan Mukmin yang benar yang memiliki izzah, kebanggaan dan kemuliaan dengan agamanya. Dalam masalah akidah tidak ada teloransi, memang kalau kita bisa mamahami bagaimana orang-orang yahudi dan nasrani target mereka barangkali bukan secepatnya umat Islam menjadi kafir dan pindah ke agama mereka, namun bagaimana selahkah demi selangkah umat Islam mengikuti cara dan gaya mereka. 
Allah SWT berfirman:
“ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم”
 “Dan orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka”. (QS. Al-Baqarah: 120) 
Rasulullah SAW bersabda:
 “لتتبعن سنن من قبلكم شبرا بشبر، وذراعا بذراع، حتى لو سلكوا جحر ضب لسلكتموه”. فقلنا: يا رسول الله اليهود والنصارى؟ قال النبي: فمن؟” 
“Kalian pasti akan mengikuti langkah-langkah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak, kalian pun pasti akan memasukinya.” Kami (sahabat) bertanya: “Apakah yang dimaksud adalah Yahudi dan Nashara?”
Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Jadi, haram hukumnya menggunakan atribut yang kami sebutkan dia atas, dengan maksud menghormati, karena pekerjaan atau perintah dari atasan atau semisalnya Dengan menggunakan atribut ini sedikit demi sedikit akan mengikis kebanggaan kita dengan agama Islam yang mulia ini, dan bisa jadi bila ini diabaikan akan mengikis akidah kita, na’udzu billah. 
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk selalu berpegang teguh kepada keyakinan dan ajaran Islam yang mulia ini. 
Sumber : eramuslim
»»  Baca Selengkapnya..

Tim Terbaik Dunia 2012 Versi Marcello Lippi

»»  Baca Selengkapnya..

Formasi Juventus 2012-2013


»»  Baca Selengkapnya..
Assalamualaikum, Selamat Datang di blog ini